Mengenal bahasa asli Bangka Belitung



Bahasa Bangka Belitung Tradisi Sastra Melayu
Oleh : Alfin Dwi Rahmawan

        Bangka Belitung merupakan provinsi di Indonesia yang berdiri pada tahun 2000, dan merupakan pemekaran dari provinsi Sumatera Selatan. Bangka Belitung mempunyai ibu kota bernama pangkalpinang yang terletak di Pulau Bangka. Dan tentu saja di Pulau Bangka sendiri memiliki bahasa di dalam masyarakatnya, yap tentu saja yaitu ”Bahasa Bangka”. Bahasa Bangka adalah bahasa yang dituturkan di Pulau Bangka, Bahasa Bangka di masukkan ke dalam rumpun bahasa Melayu, dan beberapa di alek bahasa di antaranya, dialek Bangka Utara, dialek Bangka Selatan, dialek Bangka Tengah dan dialek lom atau belom atau mapor.
          Masyarakat Bangka Belitung memang terdiri dari berbagai suku dan etnis dengan mayoritas merupakan suku melayu atau keturunan suku melayu. Di masyarakat Bangka Belitung sendiri telah terjadi pencampuran suku dan etnis yang justru menimbulkan pembauran bahasa yang menambah kaya bahasa daerah itu sendiri. Sebagai contoh, masyarakat dari etnis Tionghoa sering mengucapkan bahasa bangkadan dialek Tionghoa yang berbeda seperti kebanyakan bahasa bangka yang lain, Tapi tidak terlepas dari budaya asli melayu. Tapi apakah kita tau apa yang di maksud dengan bahasa melayu? Mungkin di antara kita tidak begitu mengenal dengan istilah bahasa melayu. Walaupun asal usul bangsa melayu (dalam pengertian yang khusus) yang paling asal belum di ketahui secara pasti. Tetapi pertumbuhan bahasa melayu bangka dapatlah dikatakan berasal dari sumatera selatan di sekitar  jambi dan palembang. Beberapa alasan mengapa bahasa melayu bangka berasal dari sumatera selatan diantaranya adanya pusat kerajaan sriwijaya di sumatera selatan, otomatis tidak mungkin sebuah kerajaan didirikan jika di daerah itu tidak ada penduduk yang ramai.
       Kita tau bahwa bangka terdiri dari beberapa kabupaten dan satu kota pangkalpinang, dan setiap kabupaten maupun kota memiliki ciri khas bahasanya tersendiri seperti halnya bahasa bangka barat dengan ibukota muntok memiliki perbedaan bahasa dengan kabupaten bangka selatan dengan ibukota toboali. Contoh bahasa bangka yang berbeda dengan bahasa indonesia maupun bahasa daerah yang lainnya. Misalnya seperti “Aku mau sama kamu” dalam bahasa bangka dapat di katakan dengan “Ku nek kek ka” atau “Boleh minta tolong gak?” bisa di ucapkan dengan “Pacak minta tolong dk?”dan tentu saja bahasa initerkadang memiliki dialek yang berbeda di kabupaten lain di provinsi Bangka Belitung.
        Dalam bahasa sehari hari bahasa bangka tidak jauh beda dengan bahasa indonesia hanya perbedaan pada huruf vocal “a” di ganti dengan “e” dan setiap huruf “e” tersebut juga terkadang penyebutan di setiap kabupaten maupun kota berbeda sekali.
        Mengapa saya mengatakan bahasa bangka tidak terlepas dari tradisi sastra melayu bangka, karena beberapa prosa maupun hasil sastra  yang ada di daerah bangka seperti puisi, pantun, cerpen maupun cerita rakyatnya memiliki unsur unsur melayu. Dulu pemuda pemuda bangka menggunakan bahasa melayu kuno sumatera selatan sebelum bahasa melayu bangka yang seperti sekarang. SebenarnyaBahasa Nasional kita yakni Bahasa Indonesiaberasal dari bahasa Melayu Bangka, hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya Prasasti Kota Kapur, tulisan pada prasasti ini ditulis dalam aksara Pallawa dan menggunakan bahasa Melayu.
        Masyarakat bangka lebih menyukai sastra lisan melayu bangka di bandingkan dengan beberapa tulisan mengenai bahasa bangka. Karena bahasa lisan melayu bangka mengandung gagasan pikiran dan harapan masyarakat. Banyak masyarakat kita yang tidak mengenal bahasa asli bangka yang sebenarnya, di karenakan kurang nya hasil karangan atau referensi mengenai bahasa bangka maupun bahasa asli provinsi bangka belitung itu sendiri. Karena kita tau ketika kita pergi ke kabupaten yang lain kita akan menemukan logat bahasa yang berbeda dengan bahasa kita sehari hari. Jadi kita sendiri tidak mengerti bahasa apa yang harus digunakan dalam berbahasa untuk daerah provinsi kita.
        Yang jadi pertanyaan mengenai bahasa di provinsi bangka belitung ini yaitu adakah minat pemuda bangka belitung untuk mengkaji bahasa bahasa yang terdapat di bangka belitung. Jangan sampai kita melupakan bahasa daerah kita, dan jangan sampai bahasa gaul merasuki kehidupan masyarakat bangka belitung terutama kalangan pemuda bangka belitung. Menurut Salah satu ahli bahasa, Louise Baird dalam sebuah makalah kecil berjudul "Pentingnya Bahasa Daerah", menyatakan bahwa anggapan negatif tentang bahasa daerah antara lain (1) bahasa daerah sudah ketinggalan jaman atau kuno, (2) bahasa daerah mencerminkan seseorang tidak berpendidikan, (3) bahasa daerah tidak memiliki manfaat ekonomis, (4) bahasa daerah menghalangi kemajuan, (5) bahasa daerah tidak bisa membuat orang menjadi pintar, dan masih banyak anggapan lainnya.  
Berdasarkan hal ini kita sebagai pemuda bangka belitung dalam melestarikan bahasa daerah provinsi Bangka Belitung harus menghilangkan anggapan negatif tentang hal itu, dan kita harus bangga dengan bahasa daerah kita karna bahasa melayu merupakan salah satu kekayaan Bahasa Nusantara yang menjadikan Indonesia  Negara yang kaya akan keragamannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Efektifkah Pembelajaran Daring?