Teknologi Memunculkan Masyarakat Baru

       Teknologi Informasi atau yang lebih kita kenal dengan IT merupakan teknologi yang sangat berdampak sekali bagi masyarakat di era Globalisasi saat ini. Dengan adanya teknologi informasi segala sesuatu yang diinginkan dapat di akses dengan sangat mudah dan cepat.
      Seperti halnya alat interaksi kita sehari hari yaitu smartphone atau yang lebih kita kenal Handphone. Dengan berbagai variasi dan tipe serta fitur fitur canggih yang di sajikan smartphone saat ini sungguh sangat memikat para pecinta smartphone di Indonesia. Terlebih lagi kita dapat menggunakan layanan yang terdapat di smartphone sebagai sarana kita untuk mengakses segala informasi yang kita ingin ketahui. Tanpa kita sadari selain dengan  memiliki manfaat yang lebih Teknologi Informasi seperti halnya Smartphone juga dapat berdampak buruk bagi tatanan masyarakat dan pola prilaku individu di dalam kelompok masyarakat. Menurut salah satu pakar teknologi dari Institut Teknologi Bandung atau ITB, Dimitri Mahayana: Sekitar 5-10% gadget mania atau pecandu  gadget terbiasa menyentuh gadgetnya sebanyak 100-200 kali dalam sehari.
        Semenjak teknologi merambat maju dan masuk ke semua lapisan masyarakat di indonesia segala aspek kehidupan masyarakat kian hari kian memiliki sifat individualis. Tidak hanya itu, banyak sekali perubahan di dalam masyarakat dengan kita mengkaji dampak dampak yang di timbulkan akibat adanya teknologi informasi. Anak-anak misalnya, mereka lebih senang berselancar di dunia maya ketimbang bersosialisasi di kehidupan bermasyarakatnya. Banyak sekali anak-anak bersikap acuh terhadap permasalahan di sekitarnya, dan lebih senang berkomunikasi di dunia maya. Dulu satu sama lain saling membantu sekarang mereka lebih sibuk dengan smartphone yang mereka miliki.
         Smartphone juga dapat mendominasi waktu luang anda, yang dimana gadget yang sangat serbaguna menawarkan kesempatan tanpa batas untuk menghabiskan waktu luang anda. Hal ini akan berdampak pada tingkat produktifitas diri anda. Misalnya, apakah curhat di facebook atau Twitter lebih baik dari pada membaca buku? Apakah berselancar di dunia maya berjam jam lebih baik ketimbang mengikuti pelajaran tambahan di luar sekolah? Memang pilihan pilihan pertama tersebut lebih menyenangkan ketimbang pilihan kedua, tetapi kurang produktif untuk di jalani.
       Dalam ranah pendidikan smartphone juga sangat berperan sekali dalam merubah prilaku para pelajar kita di indonesia, dulu pelajar atau mahasiswa mencari berbagai referensi di perpuskaan dan membaca berbagai buku untuk menambah sumber pengetahuan atau hanya sekedar membaca saja. Sekarang malah sebaliknya, banyak perpustakaan perpustakaan sekolah maupun perpustakaan umum menjadi sangat sepi di karenakan mereka lebih suka membaca melalui media smartphone, sebenarnya itu merupakan efek samping dari kecanduan akan adanya teknologi. Kian hari manusia mengalami perubahan prilaku.
       Di dalam lingkungan keluarga sekarang para orang tua lebih bangga anaknya bermain smartphone di usia yang sangat dini, malahan orang tua lebih terkesan memfasilitasi mereka dengan teknologi teknologi seperti itu. Anak anak sejak kecil sudah di suapin dengan berbagai teknologi yang membuat kebahagian masa kecil mereka menjadi terlupakan, layaknya anak anak seusia mereka. Hal hal yang seperti inilah yang dapat menimbulkan sifat sifat individualis dan sifat yg tidak memiliki rasa kepedulian terhadap orang lain ketika mereka sudah masuk di usia dewasa.
       Sebenarnya banyak sekali efek samping yang di timbulkan oleh teknologi terutama smartphone jika kita tidak bisa menggunakannya secara bijak. Semuanya berada di tangan kita, di tangan org tua. Kita yang dapat menstabilkan waktu dengan lingkungan kita, orang tua yang dapat membentuk pola sifat dari anaknya sejak dini. Sebenarnya semua itu merupakan di luar kontrol manusia, karena kita telah di perbudak oleh teknologi. Tinggal kita sebagai masyarakat yang hidup secara sosial bisa atau tidak mengendalikan teknologi yang telah du buat oleh manusia modern saat ini. Jangan sampai kita sebagai manusia yang sebgai kodratnya merupakan masyarakat sosial akan membentuk suatu masyarakat baru. Yaitu masyarakat pecandu dunia maya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Efektifkah Pembelajaran Daring?

Memahami Kebohongan di Dunia Maya