Kebudayaan Melayu Negeri Serumpun Sebalai


K
eragaman budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang ada di bumi Indonesia. Keragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok sukubangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang ada didaerah tersebut. Indonesia negara yang kaya akan keragaman suku bangsa dan bahasa, negara yang terbentuk atas kesatuan pemikiran pemuda dari berbagai pulau di Nusantara, dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda. Kebudayaan adalah keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat dijadikan milik dari manusia dengan belajar (Koentjoroningrat 1985:180). Tak elok jika kita mengenal Indonesia dengan kebudayaan atau keindahan yang ada di Bali, Jawa, atau Lomboknya saja. Padahal banyak sekali kebudayaan yang menarik untuk kita amati di Indonesia. Misalnya saja seperti kebudayaan-kebudayaan melayu yang berada di Provinsi Bangka Belitung
Melayu yang identik sekali dengan agama, bahasa dan adat istiadat yang membuat pola melayu itu sendiri menjadi solid. agaknya bahasa melayu lebih dulu muncul sebagai identitas dari kebudayaan melayu. Seperti yang tercantum dalam Batu Bersurat Kota Kapur yang dimana berisikan kesastraan dan bahasa melayu kuno di era kerajan Sriwijaya. Seperti halnya daerah-daerah yang memiliki rumpun kebudayaan melayu, Bangka belitung juga menjadi salah satu daerah di Indonesia yang sejak dulu telah didiami oleh kebudayaan melayu itu sendiri. Bangka Belitung yang terletak di bagian timur Pulau Sumatera, pecahan perovinsi Sumatera Selatan yang di sahkan pada tahun 2000 ini terkenal dengan masyarakat yang beragama dan menjunjung tinggi keberagaman antar Etnis, yang kita ketahui tidak sedikit masyarakat di Bangka belitung yang beretnis Tionghoa. Keharmonisan antar etnis di Bangka Belitung inilah yang menjadikan masyarakat yang beradat, budaya toleran yang tinggi.
Bangka dan Belitung di kenal juga dengan pantainya yang tersebar, namun Bangka Belitung juga di kenal mempunyai keragaman budaya. Dari budaya lokal (melayu) hingga budaya “import” yang di bawa para pendatang. Pulau Bangka dan belitung di kelilingi lautan laksana surga bagi para nelayan. Karena itu sebagian besar penduduk bekerja sebagai nelayan. Yang dimana fenomena ini di manfaatkan oleh masyarakat menjadi kearifan lokal. Seperti Upacara Rebo Kasan dan Buang jong yang dimana event budaya besar yang berhubungan dengan nelayan di jadikan masyarakat sebagai ritual-ritual budaya yang di pengaruhi unsur religi.  Tak kalah dengan ritual budaya para nelayan ini ritual khas dari masyarakat melayu Bangka yang terkenal yakni Nganggung yang juga ikut serta dalam parade keanekaragaman kebudayaan yang ada di Bangka Belitung. Sepintu Sedulang yang dimana kata ini di jadikan semboyan dan motto masyarakat Bangka yang bermakna adanya persatuan dan kesatuan serta gotong royong. Ritual ini yang di mana tradisi membawa makanan menggunakan dulang yang di lakukan sejak dahulu hingga sekarang.
Kebudayaan melayu di Bangka Belitung juga tidak dapat dilihat dari bentuk adat dan istiadatnya saja, kebudayaan melayu juga dapat di lihat dari bentuk fisiknya seperti arsitektur bangunan. Secara umum Arsitektur di Bangka Belitung berciri arsitektur melayu seperti yang di temukan di daerah-daerah sepanjang pesisir Sumatera dan Malaka. Dengan berciri khas material seperti, kayu, bambu, rotan, akar pohon, daun-daun atau alang-alang yang tumbuh di sekitar permukiman. Tapi seiring perkembangan zaman, bentuk arsitektur rumah di daerah Bangka Belitung di modifikasi tapi tak meninggalkan bentuk dari malayu tersebut.

Kebudayaan melayu sejak dulu sudah merambat ke segala sendi-sendi kehidupan bermasyarakat di Bangka Belitung, sejak zaman kerajaaan, penjajahan hingga di era beranjak modern saat ini. Untuk itu jangan sampai kita sebagai pemuda Bangka Belitung melupakan kebudayaan asli kita sendiri yang mengakibatkan Tradisi Melayu di kucilkan dari negerinya sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Efektifkah Pembelajaran Daring?

Memahami Kebohongan di Dunia Maya