Contoh Puisi
Disini saya ingin mencantumkan beberapa karya puisi saya untuk dapat di baca oleh para pengunjung blog setia saya, sebelumnya saya ingin menjelaskan apa yang di maksud dengan puisi.
Pengertian Puisi adalah bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh makna. Puisi mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan kekuatan bahasa dengan struktur fisik dan struktur batinnya.
Contoh puisi:
TANAH AIRKU
Oleh: Afin Dwi R.
Burung berkicauan merdu di pagi hari
Angin berdesir sejuk menandakan datangnya hari baru
Embun pagi membasahi dedaunan
Itulah negeriku
Sawahnya membentang luas menghijau
Bukit-bukitnya berderet tinggi menjulang
Negeri yang subur rakyatnya tentram dan makmur
INDONESIAku!
Tanah tumpah darahku
Kami kan selalu menjaga dan merawatmu
Karena disanalah tempat kami di lahirkan
tempat kami menutup mata
Oh..... negeri ku yang tercinta
Indonesia jaya!
INDONESIA
Oleh:Alfin Dwi R.
Ragam budayamu menjadi pernak pernik yang memikat
Lautmu bak berlian yang memancarkan kilaunya
Tanahmu yang subur sebagai tanda benih cahaya tuhan yang jatuh tepat di pangkuanmu
Sehingga datanglah setitik benih kehancuran
Ulah-ulah manusia bodoh yang merusak fisikmu!
Ulah-ulah manusia yang melupakan kentalnya kultur budayamu!
Masih ingatkah kalian bahwa di ujung tiang itu terdapat merah dan putih?
Ingatlah teman kita terlahir dari merah dan putih itu!
janganlah kita nodai
jangan kita hancurkan Indonesia kita!
Banggakanlah merah putih kita
Marilah teman kita bersama-sama membawa garuda kita kian terbang tinggi di angkasa
Seuntai Janji
Oleh: Alfin Dwi R
Detik demi detik
Menit demi menit
Jarum jam berputar mengelilingi lingkaran kehidupan
Hidup berlalu begitu cepat, kami seakan menjadi porosnya kehidupan
Hari-hari yang kami lalui seakan menjadi daya tarikmu terhadap dunia
Kami bahan yang tak terlupakan untuk kau perbincangkan di bangku kehormatanmu
Kami selalu menjadi topik utama yang kalian ucapkan
Tapi apa!
Kami anomali, berbeda dengan kalian wahai kaum-kaum petinggi
Padahal apa yang telah kau umbar-umbarkan di luar sana menjadi setitik keajaiban bagi kami
Tapi apa!!
Tapi apa yang kalian katakan itu hanya seuntai janji yang tak terjadi
Ya.... Hanya seuntai janji
Anak - anak Lada
(Salam Petani Lada di Bangka)
Oleh: Alfin Dwi R
Kami anak-anak Lada
Kami tumbuh di antara anak-anak ilalang
Tanah kami beraromakan pedasnya lada
Tanah kami yang subur tersirat musuh yang besar
Tanah Timah namanya
Tapi kami tak gentar dan kami tak membenci anak Timah
Anak-anak Lada...
Satu persatu berjejer baris saling berdekapan berharap pondasi penyangga tak runtuh
Terkadang langit desa kami goyah
Langit desa kami goyah oleh nikmatnya anak Timah
Dalam dekapan kami berusaha berdiri tegak
Walaupun sebagian badan kami hilang tak tau arah
Anak-anak ilalang terus menyemangati kami
Anak-anak ilang mencumbui kami dengan semangat seribu kali
Tak gentar dan tak goyah...
Karena pada setiap untaian biji Lada
Tersirat nadi hidup kami
Dan pada setiap pohon Lada
Kami rebahkan tubuh kami
Mungkin cukup ini saja yang bisa saya berikan untuk melihat kondisi negara kita saat ini, semoga puisi ini bisa bermanfaat untuk kalian. dan bisa merenungkan setiap bait bait puisi tersebut. terimakasih, salam hangat.
Pengertian Puisi adalah bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh makna. Puisi mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan kekuatan bahasa dengan struktur fisik dan struktur batinnya.
Contoh puisi:
TANAH AIRKU
Oleh: Afin Dwi R.
Burung berkicauan merdu di pagi hari
Angin berdesir sejuk menandakan datangnya hari baru
Embun pagi membasahi dedaunan
Itulah negeriku
Sawahnya membentang luas menghijau
Bukit-bukitnya berderet tinggi menjulang
Negeri yang subur rakyatnya tentram dan makmur
INDONESIAku!
Tanah tumpah darahku
Kami kan selalu menjaga dan merawatmu
Karena disanalah tempat kami di lahirkan
tempat kami menutup mata
Oh..... negeri ku yang tercinta
Indonesia jaya!
INDONESIA
Oleh:Alfin Dwi R.
Ragam budayamu menjadi pernak pernik yang memikat
Lautmu bak berlian yang memancarkan kilaunya
Tanahmu yang subur sebagai tanda benih cahaya tuhan yang jatuh tepat di pangkuanmu
Sehingga datanglah setitik benih kehancuran
Ulah-ulah manusia bodoh yang merusak fisikmu!
Ulah-ulah manusia yang melupakan kentalnya kultur budayamu!
Masih ingatkah kalian bahwa di ujung tiang itu terdapat merah dan putih?
Ingatlah teman kita terlahir dari merah dan putih itu!
janganlah kita nodai
jangan kita hancurkan Indonesia kita!
Banggakanlah merah putih kita
Marilah teman kita bersama-sama membawa garuda kita kian terbang tinggi di angkasa
Seuntai Janji
Oleh: Alfin Dwi R
Detik demi detik
Menit demi menit
Jarum jam berputar mengelilingi lingkaran kehidupan
Hidup berlalu begitu cepat, kami seakan menjadi porosnya kehidupan
Hari-hari yang kami lalui seakan menjadi daya tarikmu terhadap dunia
Kami bahan yang tak terlupakan untuk kau perbincangkan di bangku kehormatanmu
Kami selalu menjadi topik utama yang kalian ucapkan
Tapi apa!
Kami anomali, berbeda dengan kalian wahai kaum-kaum petinggi
Padahal apa yang telah kau umbar-umbarkan di luar sana menjadi setitik keajaiban bagi kami
Tapi apa!!
Tapi apa yang kalian katakan itu hanya seuntai janji yang tak terjadi
Ya.... Hanya seuntai janji
Anak - anak Lada
(Salam Petani Lada di Bangka)
Oleh: Alfin Dwi R
Kami anak-anak Lada
Kami tumbuh di antara anak-anak ilalang
Tanah kami beraromakan pedasnya lada
Tanah kami yang subur tersirat musuh yang besar
Tanah Timah namanya
Tapi kami tak gentar dan kami tak membenci anak Timah
Anak-anak Lada...
Satu persatu berjejer baris saling berdekapan berharap pondasi penyangga tak runtuh
Terkadang langit desa kami goyah
Langit desa kami goyah oleh nikmatnya anak Timah
Dalam dekapan kami berusaha berdiri tegak
Walaupun sebagian badan kami hilang tak tau arah
Anak-anak ilalang terus menyemangati kami
Anak-anak ilang mencumbui kami dengan semangat seribu kali
Tak gentar dan tak goyah...
Karena pada setiap untaian biji Lada
Tersirat nadi hidup kami
Dan pada setiap pohon Lada
Kami rebahkan tubuh kami
Mungkin cukup ini saja yang bisa saya berikan untuk melihat kondisi negara kita saat ini, semoga puisi ini bisa bermanfaat untuk kalian. dan bisa merenungkan setiap bait bait puisi tersebut. terimakasih, salam hangat.
wahh puisinya bagus
BalasHapus